0283 443169

musawerna@gmail.com

Today :

Islamic Parenting: Menanamkan Nilai-Nilai Islami Sejak Dini untuk Masa Depan Anak yang Berkarakter

Humas

Jul. 12, 2024

Kewajiban orang tua dalam mendidik anak dimulai sejak anak berada dalam kandungan. Masa depan anak sangat dipengaruhi oleh pola asuh yang diterapkan. Pola asuh yang keliru, seperti selalu menuruti kemauan anak, dapat berdampak negatif terhadap mental mereka. Anak menjadi manja, kurang mandiri, dan cenderung bergantung pada orang tua saat dewasa—fenomena yang dikenal sebagai “generasi strawberry”.

Di era modern abad ke-21, berbagai kemudahan ditawarkan untuk membantu orang tua dalam pengasuhan anak di tengah kesibukan bekerja. Namun, kemajuan teknologi juga membawa tantangan tersendiri. Minimnya perhatian dan interaksi langsung dapat menyulitkan orang tua dalam membesarkan anak, terutama saat menghadapi masa remaja hingga dewasa.

Perilaku anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat mereka tumbuh. Oleh karena itu, sudah saatnya orang tua menerapkan gaya parenting yang menanamkan nilai-nilai Islami dalam mendidik buah hati. Pendidikan usia dini dalam Islam merupakan pijakan awal yang sangat penting. Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap bayi yang terlahir dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya seorang Yahudi, Nashrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)

Mengutip jurnal penelitian STAIN Kudus (2017) berjudul Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak Sejak Dini di Lingkungan Keluarga, terdapat lima poin penting dalam pola asuh Islami:

1. Mengajarkan Tauhid
Tauhid adalah landasan utama dalam Islam. Mengajarkan tauhid kepada anak merupakan kewajiban mutlak. Sebagaimana Luqman mengajarkan tauhid kepada anaknya dalam QS. Luqman: 13:

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

“Wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezaliman yang besar.”

2. Mengajarkan Adab dan Akhlak
Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Adab dan akhlak kepada Allah, Rasulullah, dan sesama manusia harus ditanamkan sejak dini sebagai pondasi dalam berinteraksi sosial.

3. Mengajarkan Ibadah
Mengenalkan ibadah sejak dini dapat dilakukan dengan melibatkan anak dalam kegiatan keagamaan. QS. Al-Ahzab: 21 menyebutkan bahwa Rasulullah adalah teladan terbaik bagi umat Islam.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.”

4. Bersikap Lemah Lembut dan Tegas
Orang tua harus mampu menjadi pemimpin sekaligus sahabat bagi anak. Kasih sayang dan ketegasan harus berjalan seimbang dalam mendidik mereka.

5. Bersikap Adil
Sikap adil terhadap semua anak sangat penting. Ketidakadilan dapat menimbulkan rasa tersisih dan tidak disayangi. Rasulullah SAW mencontohkan pentingnya keadilan dalam perlakuan terhadap anak-anak.

Semoga lima prinsip parenting Islami ini dapat menjadi tuntunan bagi orang tua dalam mendidik anak-anak mereka, baik di usia dini maupun saat memasuki masa remaja. Dengan pola asuh yang tepat, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Artikel Terkait

Leave a Comment